Lutimterkini- Manado — Sebanyak 21.849 siswa dari 198 sekolah di Sulawesi Utara mengikuti hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua jenjang SMA, SMK, dan SLB pada Senin (2/11/2026). Pelaksanaan di hari pembuka tercatat berjalan mulus. Tidak ditemukan gangguan listrik ataupun masalah pada server jaringan internet yang cukup mengganggu proses ujian.
Data dari Dinas Pendidikan Daerah Sulut merinci peserta gelombang kedua terdiri dari 122 SMA dengan 15.400 siswa, 75 SMK dengan 6.446 siswa, serta satu SLB dengan tiga siswa. Pelaksana Tugas Sekretaris Dikda Sulut, Bravo Turangan, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di sekolah-sekolah, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, menunjukkan hari pertama berlangsung tanpa hambatan. Pihaknya yakin kondisi serupa bertahan sampai hari terakhir, Kamis (5/11/2026).
Berbagai moda dipakai sekolah dalam gelombang kedua ini. Untuk jenjang SMA, ada 33 sekolah memakai semi-online, 189 online, 119 mandiri, dan tiga menumpang. Di jenjang SMK tercatat 14 semi-online, 61 online, 73 mandiri, dan dua menumpang. Sementara untuk SLB, satu sekolah online dan satu lainnya mandiri. Pengawasan tetap memakai sistem silang seperti gelombang pertama, yakni guru dari sekolah terdekat mengawasi sekolah lain yang berdekatan.
Dari sisi sekolah, Kepala SMKN 2 Manado Tineke Lesar menyatakan 218 siswanya mengikuti gelombang kedua dan semuanya hadir. Ia berharap proses berjalan lancar sampai akhir dan siswa memperoleh nilai memuaskan. Hal senada disampaikan Kepala SMAN 1 Manado Jemmy Jermias. Di sekolahnya, 261 dari 686 siswa ikut gelombang kedua, seluruhnya mengikuti ujian secara daring penuh tanpa ada yang berhalangan.
Kepala SMAN 1 Tomohon N. Tuerah, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Deisye Pangemanan, mengungkapkan sekitar 211 siswa terdaftar pada gelombang kedua. Pada pelaksanaan hari perdana, kegiatan berjalan tanpa kendala serta semua murid turut hadir. Sementara di SMKN Pembangunan Pertanian Kalasey, Kabupaten Minahasa, Herny Onibala melaporkan bahwa kurang lebih 160 siswa menjalani ujian sesuai jadwal, dengan harapan capaian nilai akhir lebih baik.
Berbeda dari sekolah lain, SLB YPAC Malalayang Manado hanya mengikutkan dua siswa pada hari pertama gelombang kedua. Kepala sekolah Hettie Lumintang memastikan pelaksanaan tetap berjalan lancar dan pengawasan tidak dikurangi meski peserta sangat sedikit. Lima kepala sekolah yang dikonfirmasi sepakat berharap pasokan listrik serta server internet tetap stabil hingga Kamis mendatang.
Bravo Turangan menambahkan, keyakinan atas kelancaran ujian tahun ini ditopang persiapan yang cukup panjang, mulai dari bimbingan belajar, latihan soal, hingga kebiasaan belajar siswa. Ia meminta guru dan orang tua terus memotivasi anak agar hadir sampai hari terakhir. Secara keseluruhan, siswa SMA, SMK, dan SLB di Sulut yang terdaftar pada gelombang pertama dan kedua tahun 2026 mencapai sekitar 28.915 orang, tersebar di 407 sekolah negeri maupun swasta.
Sumber: sulutnews.com






