Lutimterkini- Palu — Bentrokan susulan antara warga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa), Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali terjadi di kawasan Jembatan Lalove, Kecamatan Tatanga, Rabu (28/10) sekitar pukul 17.00 Wita. Insiden ini mengakibatkan satu warga dari pihak Anoa dilaporkan meninggal dunia. Kapolresta Palu, Kombes Hari Rosena, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Budi Agung Palu untuk memastikan penyebab kematian korban.
Sebelumnya, bentrokan pertama antara kedua kelompok warga ini sudah terjadi pada Rabu (28/10) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Menanggapi laporan tersebut, jajaran Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim, membenarkan adanya aksi saling serang tersebut dan menyebut dugaan awal masih mengarah pada warga Nunu dan Anoa.
Dalam bentrokan sore hari, massa dari pihak Anoa disebut datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam serta senapan angin yang telah dimodifikasi. Hari mengungkapkan bahwa sejumlah warga dari pihak Anoa mengalami luka-luka, termasuk cedera di bagian kaki. Menurutnya, massa yang datang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan personel kepolisian yang ada di lapangan saat itu.
Hari menuturkan bahwa aparat sempat tidak mampu membendung laju massa karena perbandingan kekuatan yang tidak seimbang. Situasi di lapangan sempat tidak terkendali, hingga akhirnya satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka di bagian kaki serta lengan. Ia pun mengakui bahwa personel kepolisian sudah tidak bisa mundur lebih jauh akibat desakan massa yang terus bertambah.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan jenis senjata yang menyebabkan kematian korban. Pihaknya masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit terkait penyebab luka fatal tersebut. “Dari informasi yang kami terima, ada satu korban meninggal,” ujar Hari kepada awak media di lokasi, seraya menambahkan bahwa penyebabnya masih dalam penelusuran.
Untuk mencegah bentrokan susulan, personel gabungan kini disiagakan di sejumlah titik rawan. Sebanyak 480 personel dikerahkan, terdiri dari sekitar 280 personel Polda Sulteng, sekitar 100 personel Polresta Palu, dan sekitar 100 personel TNI. Hari menyebutkan bahwa backup dari rekan-rekan TNI turut memperkuat pengamanan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Jembatan Lalove dan sekitarnya masih dalam pengawasan ketat aparat gabungan. Warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sumber: detik.com






