Lutimterkini- Makassar — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Pada 27 September 2026, sebanyak 18 daerah diprediksi mengalami udara panas disertai potensi angin kencang. Rata-rata suhu udara di wilayah Sulsel diperkirakan berkisar antara 18 hingga 37 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diprediksi berada di rentang 45 sampai 100 persen, sementara kecepatan angin rata-rata mencapai 12 hingga 39 kilometer per jam dengan arah dominan dari Utara ke Tenggara.
Peringatan serupa sebenarnya telah beberapa hari terakhir dikeluarkan BMKG Wilayah IV Makassar. Fenomena udara panas ini, menurut BMKG, disebabkan oleh minimnya tutupan awan selama musim kemarau. Ketua Tim Bidang Meteorologi sekaligus Sub Koordinator Pelayanan Jasa di BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, menerangkan bahwa langkanya awan membuat sinar Matahari masuk secara maksimum dan memanasi permukaan Bumi. Akibatnya, udara terasa sangat menyengat, terlebih saat Matahari sedang terik.
Rizky menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai pada Senin, 7 September 2026. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang cerah membuat tutupan awan berkurang bahkan bisa nihil, sehingga pancaran sinar Matahari tidak tertahan dan langsung memanaskan permukaan.
Lebih jauh, Rizky membedakan antara kondisi udara panas dan suhu panas. Menurutnya, suatu wilayah baru bisa dikategorikan mengalami udara panas setelah melalui pengukuran beberapa parameter sekaligus, yakni suhu, kelembapan udara, dan kecepatan angin. Ia menegaskan bahwa suhu panas merupakan nilai yang tercatat pada alat pengukur seperti termometer. Sementara itu, peringatan dini udara panas yang dikeluarkan BMKG sudah menggabungkan berbagai parameter tersebut, sehingga tidak sekadar mengacu pada angka suhu semata.
BMKG juga merinci sejumlah wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang pada periode yang sama. Masyarakat di daerah-daerah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat muncul secara tiba-tiba. Peringatan ini mencakup wilayah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Dengan adanya informasi ini, warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik, terutama saat indeks sinar ultraviolet tinggi. Selain itu, potensi angin kencang perlu diantisipasi, misalnya dengan mengamankan benda-benda ringan di sekitar rumah dan berhati-hati saat berkendara. BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi cukup cepat, sehingga pemantauan informasi terbaru dari sumber resmi sangat dianjurkan.
Fenomena udara panas di musim kemarau bukan hal baru, namun intensitasnya perlu dicermati karena berdampak pada kesehatan dan kenyamanan aktivitas harian. Dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga risiko kebakaran lahan menjadi beberapa hal yang patut diwaspadai. Masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, dan menghindari paparan Matahari terlalu lama.
BMKG Wilayah IV Makassar akan terus memperbarui prakiraan dan peringatan dini seiring perkembangan kondisi atmosfer. Publik diharapkan tidak mengabaikan informasi cuaca, terutama menjelang aktivitas di luar ruangan. Kewaspadaan dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di 18 daerah Sulsel tersebut.
Sumber: detik.com






