Lutimterkini- Mamuju — Seorang anak berusia 13 tahun bernama Sahid meninggal dunia usai tersambar petir di Dusun Ngalo, Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wita pada Sabtu (31/10/2026), ketika cuaca di lokasi sedang diguyur hujan lebat disertai suara guntur yang menggelegar.
Camat Tapalang Barat, Jaharuddin, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyatakan bahwa korban tidak tertolong dan meninggal di tempat kejadian. Menurutnya, saat itu Sahid tengah berada di area lapangan, sementara rekan-rekannya masih berkumpul di bagian panggung atau tribun lapangan.
Jaharuddin menjelaskan, insiden bermula ketika korban bersama teman-temannya berniat bermain sepak bola. Namun nahas, sambaran petir tiba-tiba menyambar anak tersebut hingga menyebabkan kematian di lokasi. Ia menegaskan bahwa kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia akibat sambaran tersebut.
Di sisi lain, Kapolsek Tapalang, Iptu Amiruddin, mengaku telah menerima informasi mengenai kejadian ini. Hingga kini, pihak kepolisian masih menantikan laporan kronologi lengkap dari personel yang melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan suasana setelah kejadian. Tampak seorang pemuda menggendong korban di depan rumah, lalu membawanya naik ke atas motor yang dikendarai pria lain. Dalam rekaman itu, cuaca terlihat hujan lebat, dan seorang ibu terlihat memberikan payung kepada pemuda yang menggendong korban. Suara tangisan juga terdengar di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai proses evakuasi maupun kondisi keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama saat aktivitas di ruang terbuka.
Sumber: detik.com






