Lutimterkini- Sitaro — Guguran lava pijar dari puncak Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terus mengalir ke sejumlah sungai. Pemantauan melalui kamera CCTV dari Kampung Hiung memperlihatkan material panas itu bergerak ke arah barat dan barat daya sejauh sekitar 300 hingga 400 meter, lalu berlanjut ke barat daya dan barat mencapai 700 sampai 1.000 meter.
Aliran tersebut berpotensi menuju Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang. Sementara guguran yang mengarah ke barat laut teramati sepanjang sekitar 500 hingga 700 meter dan berpotensi masuk ke Kali Batuare, Kali Batukole, serta Kali Malrbuhe. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang mencatat kondisi ini sebagai bagian dari aktivitas vulkanik yang berlangsung pada periode pengamatan terkini.
Pada malam hari, pantauan CCTV menunjukkan sinar api di puncak kawah utara setinggi sekitar 5 hingga 200 meter. Adapun kawah selatan memperlihatkan nyala api dengan ketinggian sekitar 5 sampai 150 meter.
Dari sisi kegempaan, Pos PGA merekam 64 kali gempa guguran selama periode tersebut. Selain itu tercatat 238 kali gempa embusan, 55 kali gempa tremor non-harmonik, dan 40 kali gempa tremor harmonik. Gempa tornillo teramati satu kali, sementara gempa hybrid atau fase banyak terjadi dalam jumlah yang signifikan. Tercatat pula tiga kali gempa vulkanik dangkal dan delapan kali gempa tektonik jauh.
Pos PGA mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan guguran lava dan awan panas guguran yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Ancaman itu berasal dari tumpukan material lava sebelumnya yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh. Sektor yang perlu diperhatikan terutama selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai berhulu di puncak Gunung Karangetang, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai menjadi perhatian utama. Warga diminta mengikuti arahan petugas dan menjauhi area rawan aliran material vulkanik.
Sumber: ANTARA News Manado






