Lutimterkini- Manado — Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara menyatakan keyakinannya bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA/SMK gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung Senin hingga Jumat, 2–6 November 2026, akan berjalan tanpa hambatan berarti. Keyakinan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Dikda Sulut, Bravo Turangan, ST, melalui sambungan telepon kepada wartawan pada Minggu malam, 1 November 2026. Bravo menjelaskan bahwa persiapan gelombang kedua telah dimatangkan lewat rapat evaluasi yang digelar Jumat, 30 Oktober 2026, bersama seluruh staf dan pengawas. Satuan pendidikan yang siswanya masih melanjutkan TKA dinyatakan telah siap.
Rapat evaluasi itu membahas pelaksanaan TKA gelombang pertama pada 26–30 Oktober 2026, termasuk kendala yang muncul serta hal-hal yang perlu dibenahi. Bravo yang juga menjabat Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dikda Sulut menegaskan bahwa kekurangan pada gelombang pertama telah diperbaiki, sehingga gelombang kedua diharapkan lebih baik, lancar, dan sesuai ketentuan. Laporan dari satuan pendidikan, menurutnya, menunjukkan kesiapan mengikuti TKA gelombang kedua. Ia menambahkan bahwa pada gelombang pertama pelaksanaan umumnya berjalan lancar, kendati sempat ada gangguan server pada sesi perdana, Selasa, 27 Oktober 2026, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Untuk pengawasan, Bravo menyebut sistemnya tidak berubah dari gelombang pertama, yakni silang dari eksternal sekolah terdekat. Menurutnya, sistem silang menjamin objektivitas dan kelancaran. Soal server dan jaringan internet, ia optimis tidak ada masalah karena pelaksanaan tidak memakai online penuh yang rawan terganggu, melainkan semi online. Jumlah siswa SMA, SMK, dan SLB peserta TKA, baik gelombang pertama maupun kedua, sekitar 28.915 orang dari 407 satuan pendidikan.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulut, Febry Dien, ST, M.Inf.Tech (MAN), berharap TKA gelombang kedua SMA/SMK berjalan mulus. Ia mengaku telah berkoordinasi, memantau, dan menerima laporan dari Dikda Provinsi Sulut bahwa pelaksanaan gelombang kedua sudah siap. Kepada wartawan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Febry menyatakan seluruh kekurangan pada gelombang pertama telah dibenahi bersama. Ia optimis nilai TKA tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2025.
Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Sulut, Louis Schramm, SH, MH, menilai gelombang kedua wajib lebih baik dari gelombang pertama. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut itu berharap nilai TKA 2026 melampaui rata-rata nilai TKA 2025. Dalam wawancara telepon pekan lalu di Manado, ia menegaskan Dikda harus bekerja keras mendorong sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran dan siswa belajar lebih giat agar nilai TKA tinggi. Kualitas pendidikan Sulut, menurutnya, cukup baik di masa lalu bahkan banyak daerah belajar dari Sulut, sehingga kini harus ditingkatkan. Nilai TKA menjadi salah satu ukuran kemajuan pendidikan, karena itu persiapan sekolah dan siswa harus matang.
Di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), sekitar 28 satuan pendidikan SMA dan SMK di Kabupaten Talaud, Sangihe, dan Sitaro siap mengikuti TKA gelombang kedua. Kepala Cabang Dinas Dikda Talaud, Merry Supit, S.Th, M.Pd, menyebut 10 SMA/SMK di wilayahnya siap, dengan listrik dan jaringan internet dipastikan baik. Dari Sangihe, Kepala Cabang Dinas Jusran Gahansa, S.Pd, menyatakan 16 SMA/SMK ikut gelombang kedua dan optimis nilai lebih baik. Adapun Kepala Cabang Dinas Sitaro, Drs. Elfis Matantu, S.Pd, menyebut dua SMA siap, yakni SMA Negeri Tagulandang dan SMA Negeri Ulu Siau. Sebanyak 39 sekolah di tiga kabupaten itu telah mengikuti gelombang pertama.
Sejumlah kepala sekolah juga menyampaikan kesiapan siswanya. Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy Jermias, S.Pd, menyebut 261 siswa ikut gelombang kedua dari total 686 siswa. Kepala SMA Negeri 3 Manado, Deltje Lendo, S.Pd, M.Si, menyatakan lebih dari 150 siswa siap dari total lebih dari 300 siswa. Kepala SMA Negeri 9 Binsus Manado, Hendra Masie, S.Pd, MM, menyebut 375 siswa ikut gelombang kedua dengan tiga sesi dan lima ruangan, masing-masing sesi 125 siswa, dari total 719 siswa kelas XII. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Tomohon, Deisye Pangemanan, S.Pd, menyebut 211 siswa ikut gelombang kedua dari total lebih dari 400 siswa.
Dari Kabupaten Minahasa, Kepala SMA Negeri 1 Langowan, Moody Karundeng, S.Pd, menyatakan ratusan siswa siap dari total 358 siswa kelas XII. Kepala SMA Negeri 2 Gemeh, Bannada, Talaud, Frengky Tairas, S.Pd, menyebut 31 siswa ikut gelombang kedua, terdiri atas 19 perempuan dan 12 laki-laki, dan menegaskan nilai harus baik meski berada di daerah 3T. Kepala SMK Negeri 1 Ratahan, Minahasa Tenggara, Anna Powa, S.Pd, menyebut 100 siswa ikut gelombang kedua dari total 211 siswa kelas XII. Kepala SMK Negeri 2 Bitung, Meryati Taengetan, S.Pd, memastikan kesiapan dengan target nilai lebih baik. Para kepala sekolah berharap pasokan listrik dan server stabil tanpa pemadaman selama TKA gelombang kedua.
Sumber: sulutnews.com






