Lutimterkini- Mamuju — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Barat. Dalam agenda tersebut, ia akan meninjau sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamasa, termasuk melihat langsung kondisi rumah sakit serta sekolah di wilayah itu.
Di Kabupaten Mamasa, orang nomor dua di Indonesia itu bakal mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mamasa. Selain itu, ia juga diagendakan meninjau fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah Kondosapata untuk melihat kondisi layanan kesehatan yang tersedia bagi warga setempat.
Kunjungan ini tidak berhenti pada peninjauan infrastruktur. Gibran juga direncanakan berdialog langsung dengan masyarakat. Ia akan memantau perkembangan program bedah rumah yang berjalan di daerah tersebut, sekaligus menyerap aspirasi warga terkait pelaksanaan program itu.
Agenda ke Sulawesi Barat ini berawal dari pertemuan Gibran dengan pengurus Majelis Pekerja Sinode Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Dalam audiensi tersebut, pihak gereja menyampaikan undangan kepada Wapres untuk menghadiri peringatan satu abad Injil masuk Tanah Kalumpang, Sulawesi Barat.
Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode GKSB, Pendeta Mardi Tamandalan, menyatakan bahwa kehadiran Wapres dalam peringatan tersebut diharapkan mampu mempererat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, momen itu penting di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Mardi membeberkan sejumlah kegiatan yang diharapkan bisa dilakukan Wapres saat berada di lokasi peringatan. Salah satunya adalah pidato bertema moderasi beragama. Kegiatan lain yang diajukan ialah penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Mardi, aksi tanam pohon itu selaras dengan perhatian Wapres terhadap kelestarian alam dan penanganan dampak bencana. Gereja sendiri memiliki program penanaman pohon buah-buahan yang bertujuan menjaga kelestarian alam. Program itu menjadi kian relevan mengingat kekeringan dan musim kemarau panjang yang melanda, sehingga banyak pohon di hutan mati akibat fenomena El Nino.
Sumber: antaranews.com






