Lutimterkini- Tomohon — Guncangan tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Senin (2/11) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memastikan sumber gempa berada di darat, sekitar 4 kilometer arah barat daya pusat kota, dengan koordinat 1,28° LU dan 124,84° BT. Peristiwa itu terjadi pukul 15.13 WIB atau 16.13 Wita dan getarannya terasa hingga Ternate serta sejumlah kawasan di Minahasa.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa kedalaman hiposenter menempatkan peristiwa ini sebagai gempa menengah. Berdasarkan posisi episenter dan kedalamannya, ia menyebut gempa terjadi akibat deformasi di dalam lempeng atau intraslab Laut Maluku. Analisis mekanisme sumber juga memperlihatkan pola pergerakan geser turun atau oblique normal.
Hasil pemodelan tsunami, lanjut Wijayanto, memastikan guncangan tersebut tidak memicu gelombang laut besar. BMKG menyimpulkan tidak ada ancaman tsunami dari peristiwa ini. Informasi itu disampaikan lembaga tersebut melalui keterangan resmi yang dirilis pada hari yang sama.
Laporan warga yang dihimpun BMKG menunjukkan getaran dirasakan pada skala intensitas II hingga III MMI di Ternate dan Minahasa. Di Ternate, getaran level itu digambarkan cukup kuat sehingga terasa nyata di dalam rumah, mirip sensasi saat truk besar melintas. Sementara di Minahasa, intensitasnya lebih lemah, yakni II MMI, di mana goyangan hanya dirasakan sebagian orang dan benda ringan yang tergantung ikut berayun.
Hingga pukul 15.30 WIB, pemantauan BMKG tidak menemukan adanya gempa susulan. Wijayanto menegaskan pihaknya bakal terus mengawasi aktivitas seismik lanjutan dan memperbarui informasi kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat luas. Ia juga meminta warga tidak mudah terpancing isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diimbau menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan. Himbauan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko runtuhan susulan. Warga diminta tetap tenang sambil memantau informasi resmi dari BMKG.
Sebagai catatan, data awal menyebut magnitudo gempa sempat tercatat 5,2 sebelum dimutakhirkan. Pusat guncangan berada di daratan Tomohon, bukan di laut, sehingga dampak yang timbul lebih terbatas pada getaran permukaan. Wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara memang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas lempeng yang cukup aktif.
Sumber: detik.com






