Lutimterkini- Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menekankan bahwa sumber daya manusia Sekolah Rakyat perlu memiliki kedisiplinan tinggi, berpegang pada kode etik, sekaligus punya rasa empati. Alasannya, peserta didik di Sekolah Rakyat datang dari beragam latar belakang keluarga, khususnya mereka yang tergolong kurang mampu pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Karena kondisi itu, Gus Ipul menilai pendampingan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat menjadi keharusan. Ia menyampaikan bahwa penguatan SDM dan perbaikan tata kelola akan terus dilakukan agar sesuai dengan harapan Presiden. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan pelatihan yang turut dimeriahkan penampilan para siswa Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengingatkan para SDM Sekolah Rakyat agar menjauhi tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi atau radikalisme. Ia lantas mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengikrarkan komitmen bersama menghindari ketiga hal tersebut.
Para peserta pun menyatakan kesiapan mereka. Mereka berjanji bila terbukti melakukan tiga pelanggaran itu, siap diberhentikan kapan saja. Mereka juga berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan Sekolah Rakyat serta melaporkan siapa pun yang melakukan ketiga tindakan tersebut.
Gus Ipul menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi kepada SDM Sekolah Rakyat yang melanggar. Menurutnya, siapa pun yang melakukan pelanggaran itu tidak akan ditoleransi dan langsung diberhentikan tanpa melalui peringatan.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul mengajak para SDM Sekolah Rakyat yang hadir untuk menjadi Agen Perlinsos. Peran itu dimaksudkan membantu registrasi ulang penerima bantuan sosial serta pemutakhiran data secara digital. Ia menilai momen ini penting agar SDM Sekolah Rakyat ikut ambil bagian dalam penguatan data lewat Gerakan Nasional Peduli Tetangga, yakni membantu tetangga atau orang di sekitar yang berhak menerima bansos namun belum terdaftar melalui pendaftaran digital.
Gus Ipul meminta para peserta tidak berhenti pada diri sendiri. Usai kegiatan, mereka diminta mengajak tenaga kependidikan lain, teman, dan kerabat untuk turut menjadi Agen Perlinsos. Ia menyebut langkah ini sebagai sistem terbaru pemerintah dalam menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Kegiatan pelatihan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat. Tampak hadir Pelaksana Tugas Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung, Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, serta Direktur Poltekesos Bandung Suharma. Hadir pula pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemensos, staf ahli dan tenaga ahli Menteri Sosial, dan para fasilitator.
Sumber: CNBC Indonesia






