Lutimterkini- Jakarta — Kementerian Dalam Negeri mengambil langkah tegas untuk memastikan Program Makan Bergizi (MBG) berjalan sesuai target. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pihaknya berkomitmen penuh mendukung kesuksesan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui peran pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah agar turut ambil bagian dalam menyukseskan MBG.
Pernyataan itu disampaikan Tito usai memimpin acara Kick-Off Sosialisasi Surat Edaran Mendagri tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah. Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Ruang Sidang Utama Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Menurut Tito, MBG merupakan program yang menyentuh langsung masyarakat, terutama perempuan, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak.
Dalam surat edaran tersebut, kepala daerah diberi kewenangan menugaskan Satuan Tugas MBG untuk melakukan inspeksi di wilayah masing-masing. Satgas tersebut beranggotakan perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, pertanian, peternakan, perikanan, ketahanan pangan, sampai inspektorat. Inspeksi dijalankan bersama unsur Badan Gizi Nasional (BGN) di daerah dengan berpijak pada 14 indikator kelayakan operasional SPPG yang telah disusun BGN. Pemeriksaan turut mencakup mutu dan menu yang disajikan SPPG agar kualitas makanan terjaga sekaligus menekan sisa makanan (food waste).
Tito memaparkan bahwa dalam jangka pendek Satgas MBG bertugas melakukan inspeksi. Mereka menilai kelayakan SPPG berdasarkan daftar indikator yang telah disiapkan Kepala BGN, lalu menyusun semacam kesimpulan dari hasil pemeriksaan. Ia juga menegaskan kepada jajaran di daerah bahwa persoalan ini bukan semata-mata urusan kesehatan dan stunting.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menilai surat edaran Mendagri merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola program MBG. Ia menginginkan inisiatif MBG memiliki keterbukaan yang lebih besar serta selaras dengan arah dan tujuan yang diusung Prabowo sebagai kepala negara, melalui pelibatan pihak-pihak terkait dalam cakupan yang lebih luas. Sudaryono menyambut baik langkah tersebut karena dapur-dapur yang ada di wilayah mendapat pengawasan sesuai ketentuan, diinspeksi dengan semestinya, serta dinilai berdasarkan standar yang berlaku.
Sumber: CNBC Indonesia






