Lutimterkini- Buton Selatan — Upaya pencarian dan pertolongan terhadap La Nane (84), nelayan yang diduga tercebur dari longboat di perairan Tanjung Burangasi, Kabupaten Buton Selatan, akhirnya ditutup pada Rabu (4/11/2026). Penutupan itu dilakukan setelah tujuh hari penyisiran tidak menghasilkan petunjuk apa pun soal keberadaan korban. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, menyatakan tim gabungan menghentikan operasi pada pukul 14.10 WITA karena hingga batas waktu tersebut tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada korban.
Keputusan menghentikan pencarian, menurut Amiruddin, diambil dengan mempertimbangkan durasi operasi yang sudah memasuki hari ketujuh sekaligus hasil penyisiran yang tetap nihil. Seluruh personel dan unsur SAR yang terlibat kemudian dipulangkan ke kesatuan masing-masing. Kendati demikian, pihaknya tidak menutup pintu bila di lapangan muncul informasi baru. Operasi bisa dibuka kembali sewaktu-waktu apabila ada petunjuk yang mengarah pada keberadaan La Nane.
Peristiwa ini bermula pada 28 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WITA. Warga Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, itu berangkat memancing dengan longboat di sekitar perairan Teluk Lande. Biasanya ia pulang pada siang hari, namun hingga sore ia tak kunjung kembali. Keluarga lalu bergerak mencari dan menemukan longboat yang dipakai korban di sekitar perairan Tanjung Burangasi. Temuan itu dilaporkan dan memicu pelaksanaan operasi SAR gabungan.
Operasi melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Pos SAR Baubau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, warga setempat, hingga keluarga korban. Berbagai peralatan dikerahkan, antara lain rescue car, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, Aquaeye, perlengkapan selam, serta alat medis dan evakuasi.
Pada hari ketujuh, kondisi cuaca di perairan terpantau cerah berdasarkan informasi BMKG. Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 7,3 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang berkisar 0,25 sampai 0,5 meter.
Dengan ditutupnya operasi, rangkaian pencarian resmi terhadap La Nane dinyatakan berakhir. Meski korban belum ditemukan, KPP Kendari menegaskan pencarian dapat dilaksanakan kembali bila ada informasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan nelayan berusia 84 tahun tersebut.
Sumber: sultrakini.com






