Lutimterkini- Makassar — Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat menyikapi memburuknya kualitas udara di wilayahnya. Dalam rapat koordinasi penanganan pencemaran udara PM2.5 dan kabut asap yang digelar Rabu (14/10), terungkap bahwa kondisi udara di kota ini telah masuk kategori sangat tidak sehat. Sekretaris Daerah Makassar, Andi Zulkifly, memaparkan bahwa status tersebut merupakan hasil validasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurut Zulkifly, ada dua penyebab utama di balik penurunan kualitas udara ini. Pertama, tingginya volume kendaraan bermotor di perkotaan. Kedua, asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah lain. Ia menjelaskan bahwa kebakaran di Pangkep mulai terjadi sejak tanggal 30, kemudian menjalar ke Selayar, Soppeng, Bone, hingga wilayah Maluku dan Papua. Angin dari arah timur ke tenggara membawa asap tersebut masuk ke langit Makassar.
Kendati status udara memprihatinkan, Zulkifly memastikan belum ada lonjakan signifikan kasus penyakit pernapasan yang tercatat di Dinas Kesehatan. Karena itu, Pemkot Makassar memutuskan belum meliburkan siswa sekolah maupun pegawai instansi. Ia menegaskan bahwa dampak kesehatan sejauh ini tidak menunjukkan kedaruratan medis, namun langkah pencegahan tetap harus dijalankan tanpa menunggu kondisi memburuk.
Sejumlah instruksi strategis pun dikeluarkan. Dinas Kesehatan diminta memantau harian di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit Daya terkait perkembangan penyakit akibat polusi, sekaligus menyalurkan bantuan masker medis ke sekolah-sekolah dan warga. Dinas Kominfo bersama DLH diarahkan berkoordinasi rutin dengan BMKG agar informasi kualitas udara harian bisa diperbarui lewat aplikasi resmi pemerintah dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran mengagendakan sosialisasi pencegahan kebakaran secara masif di tingkat kecamatan dan kelurahan. Satpol PP dan Dinas Perhubungan diberi tugas memberikan imbauan penggunaan masker bagi pengguna jalan serta menampilkan kedisiplinan di lapangan.
Dari sisi BMKG, Ketua Tim Bidang Meteorologi Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, menyampaikan bahwa status hari itu naik dari tidak sehat menjadi sangat tidak sehat. Ia mengajak masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan dan selalu memakai masker. Rizky juga memperkirakan kualitas udara di Makassar dan sekitarnya masih berfluktuasi pada rentang sedang hingga tidak sehat dalam beberapa hari mendatang.
Sumber: rakyatku.com






