Lutimterkini- Sidoarjo — Sebanyak 21 kabupaten dan kota di Jawa Timur berpotensi dilanda cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Peringatan dini itu dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo menyusul masuknya sebagian besar wilayah setempat ke masa peralihan dari kemarau ke musim hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menyampaikan bahwa periode 2 hingga 9 November 2026 diperkirakan diwarnai hujan sedang sampai lebat. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Daerah yang masuk daftar rawan meliputi Kabupaten Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, Magetan, dan Kota Batu. Wilayah kota serta kabupaten di Pasuruan, Kediri, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Mojokerto juga tercatat dalam pantauan tersebut.
Menurut Taufiq, gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation yang melintasi Jawa Timur menjadi salah satu pemicu utama kondisi ini. Pola pertemuan angin atau konvergensi turut memperkuatnya, ditambah suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan serta atmosfer lokal yang labil. Kombinasi itu mendorong pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Hasil analisis cuaca terkini juga menunjukkan hal serupa. Pada analisis angin gradien 3000 feet tanggal 1 November 2026, angin dominan bergerak dari tenggara ke selatan dengan kecepatan mencapai 25 knot di wilayah Jawa Timur. Nilai Outgoing Longwave Radiation diperkirakan netral hingga negatif, yang menegaskan adanya gangguan gelombang atmosfer melintasi kawasan tersebut. Sementara pengamatan udara atas memperlihatkan kondisi atmosfer Jawa Timur labil dengan konvektifitas sedang.
Taufiq mengingatkan warga dan instansi terkait agar siaga terhadap perubahan cuaca yang bisa datang mendadak dalam tujuh hari ke depan. Masyarakat dianjurkan memantau citra radar cuaca secara berkala melalui situs resmi BMKG Juanda. Daerah bertopografi curam, bergunung, atau bertebing diminta lebih waspada terhadap risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta jarak pandang yang berkurang.
Sumber: CNN Indonesia






